Keuken #3

KEUKEN, ketika festival kuliner berusaha menjadi seperti fashion bazaar

Bandung, yang berawal dari sebutan kota kembang, menjadi kiblat fashion Indonesia dan cukup sering mengadakan event fashion bazaar yang lalu menjadi urban lifestyle tersendiri. Sebut saja Trademark, lalu MAYDAY Market, dan yang terbaru adalah LOOKATS Market. Style-nya kurang lebih sama. Tenant-tenant fashion terhipster berkumpul dalam satu venue, entertainment-entertainment terbaik di kota Bandung serta Jakarta diusung untuk mengisi kesepian agar ramai, dan peragaan busana oleh model-model cantik. Orang-orang, mayoritas anak muda yang selalu ingin disebut gaul, datang dengan modis, hak tinggi, dan dandanan apik; serta dompet tebal berisi uang dan kartu kredit, siap membelanjakan apa yang membuat mata lapar di event tersebut.

Keuken, dalam setahun terakhir menjadi sebuah event yang dinanti dan layak untuk dilestarikan kelangsungannya. Proyek 6 bulan sekali ini digagas oleh HOUSE THE HOUSE, sebuah komunitas kreatif yang berfokus pada regenerasi urban dan rural untuk kota Bandung; dan didukung oleh BCCF, .bdg, dan Pemkot Bandung. Keuken dengan tagline-nya “Reclaim The Streat, Eat!” bermaksud menyediakan area yang cukup luas untuk publik datang, melepas penat jalan raya sambil makan dan minum di ruang terbuka.

Keuken #3: The Athlete’s Feast, mengambil lokasi di Lapangan Softball Lodaya Bandung, 30 September 2012, dengan jam operasional 07.00 WIB hingga 21.00 WIB. Tidak kurang dari 26 tenant dan 14 chef  memasak tanpa henti dan menjajakan makanannya. Tidak kurang dari 4 sponsor utama restoran dan 2 ultimate brand makanan-minuman turut memeriahkan kelangsungan acara ini. Tidak kurang dari 14 entertainer dan 6 komunitas kreatif mengisi panggung 14 jam nonstop. Area didekor gemerlap dan terang di sana-sini, seakan menyediakan photo booth-photo booth tak resmi, memanjakan manusia-manusia yang membawa kamera untuk mengabadikan momen-momen terbaik di sana. Stand-stand didekorasi indah dan appealing, (pasti besar deh cost-nya). Penjaga-penjaga stand terlihat tetap cantik di tengah kepulan asap penggorengan dan grill, entah bagaimana mereka mempertahankan make up mereka; dan orang-orang yang datang lebih cantik-cantik dan modis-modis lagi serta tiada segan berhak tinggi dan berbaju minim walau agak dingin dan becek sehabis hujan dan sewaktu-waktu bisa hujan lagi dan lagi. Tak lupa dengan konsep keatlitannya; arm wrestling competition, softball tournament, dan boxing & body exhibition digelar di panggung dapur.

Saya akhirnya untuk pertama kalinya datang ke acara ini, dan sepertinya konsep yang ditawarkan tidak terlalu sesuai dengan kenyataannya. Pertama, untuk sebuah perayaan ruang publik, rasa-rasanya Keuken melupakan satu hal: anak-anak, orang bukan perokok, dan orang-orang yang ingin makan tanpa terganggu asap rokok. Ya saya tahu ini ruang terbuka. Tapi dia juga telah menjadi sebuah ruang publik, di mana semua orang layak mendapat hak yang sama termasuk udara bersih. Kedua, untuk sebuah tagline berbunyi “Athlete’s Fest” ia masih kurang menyajikan ke-sporty-an dan ke-atlit-an. Okelah venuenya di Lapangan Olahraga Lodaya, namun jika orang membayangkan sebuah acara sarat detil khas olahraga, maka kecewalah ia. Ketiga, tentang harga. Masih bisa ditolerir lah. Namun berarti acara ini hanya dapat dinikmati masyarakat urban saja.

So far, Keuken selalu layak untuk didatangi, selalu layak untuk dijadikan tempat pelarian kepenatan hari-hari Bandung, dan selalu layak untuk dijadikan inspirasi bagi sejuta anak muda kreatif yang tinggal di kota ini maupun sekitarnya untuk proyek-proyek kreatif selanjutnya yang lebih kreatif lagi. Keuken, berhasil membranding sebuah festival kuliner menjadi selevel dengan event fashion ternama. Berhasil merubah paradigma tukang masak itu ibu-ibu, menjadi anak muda sekarang juga bisa masak; dan bahkan mereka justru terlihat ganteng dan cantik di balik wajan-wajan dan talenan-talenan itu. Berhasil mendatangkan cewek-cewek tercantik se-Bandung Raya, sejenak melupakan diet mereka, bersemangat menjelajah stand demi stand, mencari makanan-makanan yang tidak lazim dan sedang menjadi trend. Keuken, berhasil menyediakan ruang publik dan orang lalu pesta makan untuk merayakannya.

So, Reclaim the Street, Eat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s