#RembugJogja

@JogjaUpdate: #HUTJogja sampaikan ide/masukan tempat wisata baru di kota Jogja yg mungkin cocok sbg alternatif dr yg sdh ada di hestek #RembugJogja

Itulah tweet provokasi dari akun @JogjaUpdate pada sore 10 Oktober lalu, masih dalam rangka memperingati hari ulang tahun kota Yogyakarta ke-256, sekaligus menagih janji walikota dan wakilnya, Bp. Haryadi Suyuti dan Bp. Imam Priyono.

Rembug Jogja sendiri adalah forum rembug dan sharing yang dilaksanakan di Pendopo nDalem malamnya, dihadiri oleh pemerintah, pelaku media & social media, serta masyarakat umum kota Yogyakarta. Pemerintah diwakilkan oleh Bp. H. Haryadi Suyuti, Yuwono Sri Suwito, Octo Lampito, Adi Novi, dan beberapa tokoh pemerintah kota Yogyakarta lainnya.

Sementara hashtag #RembugJogja, dimaksudkan untuk memfasilitasi masyarakat yang peduli dan ingin turut berperan dengan berbagi ide dan masukan demi kota Yogyakarta yang lebih baik, melalui media twitter; selama seharian penuh, dimotori oleh beberapa akun twitter resmi persebaran info kota Yogyakarta dan D.I Yogyakarta. Mereka yang akan membawa tulisan-tulisan 140 karakter dari ribuan bahkan puluhan ribu twitter user ini ke pelataran rembug, ke muka pemerintah kota dan masyarakat.

Buat saya yang berada di luar Yogyakarta, #RembugJogja ini sangat menjadi wadah untuk saya turut menyalurkan aspirasi demi Jogja yang lebih baik, dan saya yakin demikian juga dengan ribuan orang lain di luar sana. Saya ingin membagi tweet saya di sini karena akan terdokumentasi lebih baik di media blog, daripada hanya dibiarkan lalu di twitter.

Desain poster, brosur, dan baligho yg lebih menarik dan lebih modern dengan tidak meninggalkan ciri tradisional khas Jogja

Lebih banyak ruang publik dan ruang hijau yang bebas asap kendaraan dan rokok di tengah kota, misal taman kota, car free day, festival atau market

Stasiun dan airport sebagai pintu gerbang turis masuk ke dalam Jogja yang menyambut “Welcome to Jogja”. Misal dengan tari atau gending Jogja

Masyarakat dihimbau untuk sering-sering menggunakan kebaya dan jarit, atau surjan dan blangkon. Kalau batik terus, di Jawa Barat pun orang memakai batik

Duta-duta D.I Yogyakarta lebih diberdayakan, apalagi yang berada di luar DIY. Ada banyak puteri dan miss DIY, juga putri pariwisata, dimas diajeng, duta batik dan bahasa, dan lain-lain

Peningkatan kesadaran diri masyarakat sendiri untuk belajar dan fasih berbahasa inggris dan bahasa jawa halus. Akan besar manfaatnya bagi promosi D.I Yogyakarta

Yogyakarta jangan sampai macet. Jangan sampai menjadi Jakarta kedua dan Bandung kedua. Jadilah Jogja sendiri, yang istimewa

Telah dititipkan pada rekan-rekan social media Yogyakarta; sedikit doa, harapan, dan dukungan bagi kota dan pemerintah Yogyakarta dari akun @AninFlorentia,
salam istimewa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s