Facebook (part 2)

PRODUK

Facebook menjual jasa. Ia mencipta ruang, ruang untuk berbagi tanpa harus menjadi diri sendiri.
Faktanya adalah:

  • Facebook melayani 570.000.000.000 page view per bulan (menurut Google Ad Planner).
  • Ada lebih banyak foto di Facebook dari pada semua situs foto lainnya bahkan jika digabungkan (termasuk situs-situs seperti Flickr).
  • Lebih dari 3 milyar foto di-upload setiap bulan.
  • Facebook sistem melayani 1.200.000 foto per detik. Ini tidak termasuk gambar pada server CDN Facebook.
  • Lebih dari 25.000.000.000 buah konten (update status, komentar, dll) setiap bulan.
  • Facebook memiliki lebih dari 30.000 server (data tahun 2009).

[Click source here]

Per 4 Oktober 2012, total pengguna Facebook adalah 1.000.000.000, yang berarti bila saya menginaktifkan akun saya, jumlahnya akan tinggal 999.999.999; dan Indonesia menyumbang 47,5 juta pengguna, dimana Ibukota kita tercinta Jakarta menjadi kota dengan pengguna Facebook terbanyak di dunia dengan penetrasi 80,20%.

Facebook menjual sebuah dunia baru yang saya nilai cukup lengkap untuk mengakomodir kebutuhan akan communication, recognition, dan existence. Bisa saja saya tidak perlu menggunakan microblog seperti Twitter dan 4square, atau blog seperti WordPress dan Tumblr; namun cukup hanya dengan Facebook sebuah.

MODEL BISNIS

Banyak yang mengatakan, Facebook tidak memiliki model bisnis. Namun tidak ada bisnis yang tidak memiliki model, bukan?

Facebook adalah sebuah freemium. Facebook cuma membangun ekosistem di satu sektor saja: sharing. Tidak seperti Google yang juga freemium, tapi membangun di semua sektor. Facebook menerapkan kebijakan gratis pakai seumur hidup, sampai kapanpun. Hal ini dipertegas oleh Facebook pada 2010 lalu karena sebelumnya santer terdengar bahwa Facebook akan menerapkan sistem berbayar, yang lalu mengundang reaksi penentangan dari penggunanya.

Justru dari segala kegratisan inilah Facebook menuai pemasukan. Ada ribuan aplikator dan kantor yang siap memasukkan iklannya di dalam website Facebook dan membayar mahal untuk itu, untuk dapat dilihat dan diakses oleh 1 miliar pengguna dari seluruh dunia.

SARAN dan PREDIKSI

Facebook dapat saja mendirikan sebuah negara besar andai dia mau. Rakyat Facebook bahkan sudah mengalahkan jumlah rakyat Indonesia. Tinggal cari Presiden yang prihatin saja.

Facebook adalah inovasi yang menurut saya akan cukup abadi, tidak seperti Friendster yang bertahan hanya hitungan tahun saja lalu tergusur musnah. Alasannya? Ya seperti saya bilang tadi, sesungguhnya cukup sebuah Facebook untuk mengakomodir kebutuhan-kebutuhan persosialan lainnya, tanpa harus menggunakan Twitter, 4square, WordPress, Tumblr, dan bahkan web; karena Facebook sendiri sudah mencakup fitur itu semua.

Januari 2011, Facebook mengumumkan rencananya untuk pindah ke kantor barunya, bekas kampus Sun Microsystem di Menlo Park, California. Siteplan kantornya bahkan sudah dipublish ke media dan bisa dilihat di sini. Facebook saat ini memiliki 1.700 karyawan dan beberapa kantor di 12 negara dengan pusatnya di Palo Alto, California, AS.

Facebook belum membuka kantor di Indonesia walau peminatnya sangat banyak dikarenakan 3 hal yakni infrastruktur, kelistrikan, dan regulasi. Seandainya benar Indonesia telah siap di 3 sektor tersebut, dan Facebook ingin membuka di Indonesia; saya akan sarankan mereka untuk membuka kantor di Gunungkidul, D.I Yogyakarta.
Alasannya, seperti siteplan yang bisa kita lihat di link tadi, kantor Facebook ini dapat turut menjadi satu ikon baru negara ini dengan ultimate building concept-nya. Sama halnya seperti Universitas Indonesia dan kawasan Epicentrum. Berapa banyak mahasiswa [yang bahkan] ITB, yang masih norak meski sudah beberapa kali mengunjungi perpustakaan UI? Facebook berpotensi menjadi UI kedua dan Epicentrum kedua bagi Indonesia. Ia akan menjadi magnet. Dan Gunungkidul adalah daerah yang masih memiliki cukup luas lahan, relatif tidak jauh dari peradaban ibukota DKI Jakarta dan kawasan pendidikan Kota Yogyakarta, dan tentunya pemandangan pantai-pantai yang luar biasa indah. Sehingga nantinya perindustrian tak hanya berpusat di ibukota atau Bandung sebagai kota berinstitusi teknologi terbaik, tapi juga bisa di daerah, sehingga bila dikembangkan lebih lanjut, bisa berimbas positif kuadrat pada pariwisata dan perekonomian.

Facebook berhasil membuat penciptanya kaya raya. Facebook berhasil menentramkan para investornya dengan pertumbuhan salesnya. Facebook telah membuka lapangan kerja begitu banyak dengan prospek karir yang cerah. Facebook membuka bisnis baru untuk pihak lain — para pembuat aplikasi, pembuat game, dan sejenisnya yang memanfaafkan platfrom Facebook — dengan skala bisnis yang lebih besar dari Facebook sendiri. Facebook menjadi “pasar” bagi para pelaku usaha dunia maya yang kian merebak menjadi trend, dengan scope yang semakin luas dan luas. Facebook bukan kaya untuk diri sendiri. Facebook bahkan lebih mengkayakan pihak-pihak lain.

See the first part of this post: Facebook (part 1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s